LKTI Province

PEMANFAATAN AIR COMBERAN RUMAH TANGGA
UNTUK BUDIDAYA IKAN LELE LOKAL

 

Disusun oleh:
Nurlelah

UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
2012

ABSTRAK
Ikan Lele memiliki nama latin Clarias, berasal dari bahasa Yunani Chlaros yang artinya lincah atau kuat. Ikan Lele mempunyai banyak jenis diantaranya Lele lokal, yaitu jenis ikan Lele asli perairan Indonesia. Ikan Lele lokal merupakan hewan air tawar, sangat mudah untuk dibudidayakan asalkan ada ketersediaan air yang mencukupi. Penggunaan air di sini menggunakan air comberan, karena ikan ini secara alami memakan berbagai jenis binatang renik, seperti kutu air dari golongan daphnia, cladocera, dan copepoda dan memakan berbagai jenis cacing, larva jentik nyamuk, atau siput kecil serta memakan makanan limbah rumah tangga yang terkandung di dalam air comberan. Bahkan ikan ini juga memakan kotoran hewan ternak dan kotoran manusia, sehingga pemiliharaan ikan ini cukup mudah. Ikan Lele ini juga cukup tahan terhadap pencemaran bahan-bahan organik. Tempat pembudidayaan ikan ini adalah kolam buatan yang ukurannya bisa disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan  pengairannya berasal dari tampungan air comberan. Hal ini bermanfaat untuk mengurangi jentik nyamuk dan pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh air comberan atau air limbah rumah tangga. Selain itu juga ikan ini merupakan ikan konsumsi yang memiliki nilai gizi yang cukup tinggi dengan kandungan kolesterol (lemak jenuh) rendah, sehingga sangat baik untuk kesehatan tubuh sehingga bisa meningkatan ketahanan pangan masyarakat sekitar. Dan juga ikan Lele sangat menguntungkan karena memiliki nilai ekonomi tinggi.

BAB I
PENDAHULUAN
1.1    Latar Belakang

Pangan atau bahan makanan merupakan kebutuhan primer manusia yang harus dipenuhi untuk melangsungkan kehidupannya. Namun seiring bertambahnya penduduk Indonesia, maka semakin meningkat pula kebutuhan pangan masyarakat.  Menurut Wakil Presiden Boediono menyatakan, keadaan pangan secara umum di Indonesia saat ini masih bisa mengimbangi pertambahan penduduknya, meskipun hanya dengan cara yang pas-pasan. Oleh karena itu, kondisi pangan Indonesia masih mengandung kerawanan. Dengan pemanfaatan teknologi yang tepat dan pengelolaan sumber daya yang baik, Indonesia akan dapat menghasilkan pangan lebih dari yang dibutuhkan penduduknya. Indonesia akan mampu memberikan sumbangan terhadap pemenuhan kebutuhan pangan dunia. Kuncinya adalah bagaimana kita mengelola sumber daya kita sebaik dan seproduktif mungkin.
    Banten merupakan provinsi yang memiliki potensi besar dalam meningkatkan ketahanan pangan masyarakat. Selain memiliki banyak panganan lokal yang dapat  meningkatkan ketahanan pangan, Banten juga memiliki potensi yang baik untuk pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, dll.
    Di salah satu desa tepatnya di desa Rancailat Gili kecamatan Kresek, kabupaten Tangerang, merupakan daerah yang berpotensi baik untuk budidaya perikanan khususnya budidaya ikan Lele lokal. Hal ini dikarenakan masyarakat setempat yang notabenya tidak memiliki jamban di dalam rumah, membuat jamban umum (masyarakat menyebutnya kakus) yang bisa juga dimanfaatkan untuk budidaya ikan Lele lokal. Masyarakat membuat kolam yang menyerupai empang, dan membuat gubug kecil dari bambu yang digunakan sebagai tempat untuk buang air besar. Sehingga jika kita buang air besar di jamban ini, kotoran akan jatuh di kolam dan ikan akan menjadikannya sebagai makanan. Selain itu kolam ini juga digunakan sebagai tempat penampungan air comberan rumah-rumah warga terdekat.

1.2    Tujuan penulisan

Tujuan penulisan karya tulis ilmiah ini adalah:
1.    Memberikan penjelasan tentang pemanfaatan air comberan untuk budi daya ikan Lele lokal
2.    Memberikan penjelasan tentang meningkatkan ketahanan pangan melalui pembudidayaan ikan Lele lokal

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1    Ikan Lele
Ikan Lele memiliki nama latin Clarias, berasal dari bahasa Yunani Chlaros yang artinya lincah atau kuat. Lele merupakan jenis ikan yang hidup di air tawar, tubuhnya agak pipih memanjang, kulit licin dan memiliki kumis panjang mencuat dari sekitar bagian mulutnya. Jenis ikan ini menurut kegunaannya termasuk kedalam golongan ikan konsumsi, karena memiliki tingkat produktivitas daging yang tinggi sehingga cocok sebagai bahan makanan. Ikan Lele memiliki potensi baik untuk di kembangkan dalam pembudidayaan ikan air tawar (Anonim, 1994).
Ikan Lele mempunyai banyak jenis diantaranya Lele lokal, Lele lokal adalah jenis ikan Lele asli perairan Indonesia (khairuman dkk, 2008).
Lele lokal memiliki tubuh bulat memanjang, licin dan tidak bersisik. Terdapat dua buah kumis di dekat sungut hidungnya (khairuman dkk, 2008).

2.2    Air Comberan
Comberan adalah air kotoran/ limbah, khususnya limbah rumah tangga yang tidak tersalur dengan baik, sehingga akan menimbulkan masalah pengotoran yang dapat menjadi sumber penyakit karena lingkungan menjadi lembab bahkan becek. Oleh sebab itu air comberan bisa ditampung di dalam kolam/ bak khusus, maka dapat juga dipakai untuk budi daya ikan Lele (Heqris, 2009).

BAB III
METODE PEMBAHASAN

Metode yang dipakai dalam pembahasan karya tulis ilmiah ini adalah metode deskriptif, yaitu  penggambaran mengenai situasi atau kejadian yang terjadi pada objek pembahasan. Metode ini lebih fokus untuk menjawab pertanyaan “bagaimana” dan “mengapa” objek pembahasan terjadi.
Menurut Whintney (1960), metode deskriptif adalah pembahasan fakta dengan interpretasi yang tepat. Pembahasan deskriptif membahas masalah-masalah dalam masyarakat serta tatacara yang berlaku dalam masyarakat serta situasi-situasi tertentu, termasuk tentang hubungan, kegiatan-kegiatan, sikap-sikap, pandangan-pandangan, serta proses-proses yang sedang berlangsung dan pengaruh-pengaruh dari suatu fenomena (Muttaqin, 2010 dalam Blog UIN Malang)

BAB IV
PEMBAHASAN

2.3    Ikan Lele

Ikan Lele memiliki nama latin Clarias, berasal dari bahasa Yunani Chlaros yang artinya lincah atau kuat. Lele merupakan jenis ikan yang hidup di air tawar, tubuhnya agak pipih memanjang, kulit licin dan memiliki kumis panjang mencuat dari sekitar bagian mulutnya. Jenis ikan ini menurut kegunaannya termasuk kedalam golongan ikan konsumsi, karena memiliki tingkat produktivitas daging yang tinggi sehingga cocok sebagai bahan makanan. Ikan Lele memiliki potensi baik untuk di kembangkan dalam pembudidayaan ikan air tawar (Anonim, 1994).
Lele, secara ilmiah terdiri dari banyak spesies, tetapi jenis ikan Lele asli perairan Indonesia adalah Lele Lokal (Clarias batrachus). Setiap daerah memiliki panggilan tersendiri untuk menyebut namanya, antara lain: ikan kalang (Sumatra Barat), ikan maut (Gayo dan Aceh), ikan sibakut (Karo), ikan pintet (Kalimantan Selatan), ikan keling (Makassar), ikan cepi (Sulawesi Selatan), ikan lele atau lindi (Jawa Tengah).
 Lele lokal memiliki tubuh bulat memanjang, licin dan tidak bersisik. Terdapat dua buah kumis di dekat sungut hidungnya. Selain sebagai alat penciuman, kumis tersebut berfungsi sebagai alat mencari makan dan alat peraba saat berenang. Ciri lain adalah memiliki alat pernapasan tambahan berbentuk seperti pohon yang biasa disebut dengan arborescent organ. Alat pernapasan yang tumbuh di insang kedua dan keempatnya ini memungkinkan Lele lokal mengambil oksigen langsung dari udara bebas. Ciri morfologi yang lebih spesifik adalah warna tubuhnya yang bervariasi. Ada yang berwarna coklat gelap, coklat terang, bahkan ada yang berwarna hitam. Warna tubuh ini bersifat permanen dan tidak mengalami perubahan. Ciri yang sangat khas dari Lele lokal adalah patil yang daya sengatnya sangat kuat. Bisa yang terkandung di patilnya ini dapat menimbulkan rasa sakit yang luar biasa dan bisa menyebabkan pingsan bagi orang yang dipatilnya. Lele lokal memiliki rasa daging yang lebih gurih dan memiliki kandungan protein yang cukup tinggi dibandingkan dengan daging ikan-ikan air tawar lain.
Tempat hidup ikan ini adalah perairan air tawar dan daerah dataran rendah hingga daerah dataran tinggi yang mencapai ketinggian 700 meter di atas permukaan laut (m dpl). Lebih dari ketinggian 700 m dpl, pertumbuhannya agak lambat atau kurang baik. Karena memiliki alat pernapasan yang memungkinkan untuk mengambil oksigen langsung dari udara bebas, Lele lokal dapat dipelihara di perairan yang memiliki kandungan oksigen rendah, seperti di comberan atau kolam penampungan air limbah rumah tangga. Ikan ini cukup tahan terhadap pencemaran bahan-bahan organik.

2.4    Air Comberan untuk Budi Daya Ikan Lele Lokal

Indonesia memiliki perairan tawar yang sangat luas dan berpotensi besar untuk usaha budi daya berbagai macam jenis ikan air tawar. Sumberdaya perairan di Indonesia meliputi perairan umum (sungai, waduk, dan rawa), sawah (mina padi), dan kolam dengan total luas lahan 605.990 hektar. Perairan umum seluas 141.690 hektar, sawah (mina padi) seluas 88.500 hektar, dan perairan kolam seluas 375.800 hektar (Anonim, 1994). Dengan potensi perairan air tawar yang sangat besar tersebut, Indonesia baru mampu memproduksi 6,7 ton ikan/tahun. Hal ini tentu saja masih jauh di bawah produksi dunia yang mencapai 100 juta ton ikan/tahun (Ade, dkk. 1994).
Ikan Lele lokal, yang merupakan hewan air tawar, sebenarnya sangat mudah untuk dibudidayakan asalkan ada ketersediaan air yang mencukupi. Walaupun tidak diberi makan, ikan ini masih tetap bertahan hidup karena makanan dapat diperoleh secara alami dikolam (Cahyono, 2004).
Air comberan yang ada di sekitar masyarakat, juga bisa dimanfaatkan untuk budidaya ikan. Comberan adalah air kotoran/ limbah, khususnya limbah rumah tangga yang tidak tersalur dengan baik, sehingga akan menimbulkan masalah pengotoran yang dapat menjadi sumber penyakit karena lingkungan menjadi lembab bahkan becek. Oleh sebab itu air comberan bisa ditampung di dalam kolam/ bak khusus, maka dapat juga dipakai untuk budi daya ikan Lele (Heqris, 2009). Tetapi dengan syarat kolam comberan tersebut tidak mengandung larutan air sabun ataupun deterjen. Makanan alami ikan ini adalah binatang renik seperti kutu air dari golongan daphnia, cladocera, dan copepoda. Selain itu, juga memakan berbagai jenis cacing, larva jentik nyamuk, atau siput kecil. Selain bersifat pemakan daging (carnivora), Lele lokal yang dipelihara di kolam juga  memakan sisa-sisa makanan yang membusuk yang berasal dari manusia (tinja) dan limbah rumah tangga atau dapur. Saat di budidayakan, ikan ini juga dapat diberi pakan limbah peternakan, seperti bangkai ayam dan bangkai ikan, atau diberi pakan buatan seperti pelet (Amri, dkk, 2008).
Secara ekonomis, budi daya ikan Lele sangat menguntungkan karena memiliki nilai ekonomi tinggi. Di samping itu, juga sangat mendukung bagi pemenuhan gizi masyarakat dan mendukung ketahanan pangan Indonesia. Ikan memiliki nilai gizi yang tinggi dengan kandungan kolesterol (lemak jenuh) rendah, sehingga sangat baik untuk kesehatan tubuh. Pembudidayaan ikan juga tidak memerlukan perawatan yang rumit, asalkan mendapat air yang cukup. Selain itu, kotoran ikan tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan hidup sekitarnya. Dengan demikian pembudidayaan ikan dapat dilakukan di lahan-lahan sempit di pekarangan rumah, di lahan-lahan dekat pemukiman, ataupun lahan yang luas jauh dari pemukiman (Cahyono, 2004).

2.5    Teknik Pembudidayaan Ikan Lele Lokal

1.    Konstruksi Kolam Ikan Lele
 Untuk menampung air limbah rumah tangga (comberan), dibuat kolam dengan menggali tanah sedalam 1 m – 2 m, lebar 2 m, panjang 4 m, dapat juga ukurannya diperkecil atau diperbesar sesuai kebutuhan. Tinggi tembokan dingding tegaknya dilebihi sampai 25 cm di atas permukaan tanah. Pada salah satu dinding sisi dipasang pipa sebagai lubangpelimpasan air, jika terjadi hujan lebat, agar kolam tidak terlalu penuh dan luber.

2.    Penebaran Benih Ikan Lele.
Benih lele yang mulai dipelihara sebaiknya berukuran 9-12 cm atau lebih bila penebaran benihnya dilakukan di air comberan, kepadatannya 400 ekor pada kolam 8 m2 ( 50 ekor/ m2 ) tetapi kepadatan ikan bisa diatur sesuai dengan kebutuhan.

3.    Pengelolaan
Masa pemeliharaan di kolam comberan adalah 6 bulan. Kolam tersebut dimasukkan air limbah dari dapur berikut sisa-sisa makanan dan juga bisa memanfaatkan kotoran manusia (tinja). Dapat juga diberi pakan berupa daging bekicot yang dicacah, bungkil kelapa, bungkil kacang, ampas tahu, dan sebagainya yang sekiranya mudah didapat dan harganya tidak mahal.

4.    Pemupukan
Apabila pemeliharaan ikan Lele di kolam yang dasarnya tanah, maka pemupukan khusus ditujukan untuk memperbanyak jenis makanan alami yang disukai oleh ikan Lele itu. Pupuk yang baik untuk memperbanyak organisme hewani itu ialah pupuk organik. Jenis-jenis pupuk organik: Berbagai jenis daun-daunan, sampah dapur dan pasar yang berupa bahan-bahan yang mudah busuk, pupuk kandang atau kompos.
Cara pemakaian pupuk organik di kolam:
a.    Diaduk dan dibenamkan di dalam lumpur dasar kolam secara merata.
b.    Dionggokkan di sudut-sudut kolam didekat tempat pemasukan air. Pupuk itu dimasukkan ke dalam keranjang berisi pupuk itu direndam dengan pancang yang ditancapkan di kolam agar tetap ditempatnya. Atau dibuat bilah-bilah bambu/ kayu agar pupuk itu tidak berserakan. Pupuk organik itu akan membusuk sedikit demi sedikit. Dalam proses pembusukan itu akan dihasilkan unsur-unsur hara di dalam air.

5.    Pemanenan
Pemanenan merupakan bagian akhir dari kegiatan pembesaran ikan. Cara pemanenan ikan Lele bisa menentukan kualitas ikan lele. Cara pemanenan yang baik dan sesuai dengan cara yang dianjurkan akan menghasilkan ikan Lele yang berkualitas baik pula, yakni ikan lele dalam kondisi hidup, tidak cacat dan tidak luka-luka.
Teknik pemanenan ikan Lele yang baik adalah sebagai berikut :
a.    Mula-mula kolam dikeringkan secara bertahap pada pagi hari bisa menggunakan desel atau membuat saluran pembuangan sehingga air hanya tersisa di saluran tengah kolam atau kamalir.
b.    Ikan Lele yang ada di kamalir digiring ke arah yang paling rendah pada pintu pengeluaran, hingga semuanya terkumpul.
c.    Ikan Lele ditangkap menggunakan sair atau alat tangkap lainnya.
d.    Ikan Lele ditampung di waring yang airnya mengalir agar badannya bersih dari lumpur.
e.    Ikan Lele dibiarkan beberapa jam sebelum diolah menjadi makanan.

BAB V
PENUTUP

5.1    Kesimpulan

Comberan adalah air kotoran/ limbah, khususnya limbah rumah tangga yang tidak tersalur dengan baik, sehingga akan menimbulkan masalah pengotoran yang dapat menjadi sumber penyakit karena lingkungan menjadi lembab bahkan becek. Namun air comberan tersebut dapat dimanfaatkan bila di kelola dengan baik, contohnya untuk pembudidayaan ikan Lele lokal. Dengan pembudidayaan ikan lele tersebut tingkat ketahanan pangan akan meningkat karena ikan lele mempunyai kandungan gizi yang menyehatkan bagi tubuh. Sehingga disini air comberan dapat mendukung ketersediaan ketahanan pangan di daerah tersebut.

5.2    Saran
Adapun saran-saran penulis adalah:
1.    Perlu adanya peran serta pemerintah dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pemanfaatan air comberan.
2.    Perlu adanya pelatihan-pelatihan keterampilan budi daya ikan untuk masyarakat.
3.    Perlu adanya ketekunan masyarakat dalam pembudidayaan, agar menghasilkan panen yang baik sehingga dapat meningkatkan ketahanan pangan masyarakat itu sendiri.

DAFTAR PUSTAKA
Cahyono, Bambang.2004. Budi Daya Ikan Air Tawar. Kanisius. Yogyakarta
Istiati. Terampil Budi Daya Ikan Air Tawar. Sahabat. Klaten
Khairuman & Amri.2008. Buku Pintar Budi Daya 15 Ikan Konsumsi. PT AgroMedia Pustaka.Jakarta
Kompas.com (rabu, 14 maret 2012, pukul 14.17)
http://blog.uin-malang.ac.id (sabtu, 17 maret 2012, pukul 11.14)
http://heqrisonline.blogspot.com/2009/06/pemeliharaan-ikan-lele.html ( jumat, 16 maret 2012, pukul 20.55)
http://www.ikanlele.net/budidaya-ikan-lele-keuntungannya-p-61.html (jumat, 16 maret 2012, pukul 20.30)

Image

One thought on “LKTI Province

  1. pertama kalinya bikin karya tulis bwt lomba, seneng deh bisa slese pada waktunya. wlo pun masih banyak belajar lagi. Makasih bgt bwt tutu yang udah mau kerjasama, makasih jg bwt a iyan yang udah nganterin ke KP3B

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s