Lunar Nurmalam’s Poems

Lunar Nurmalam

Gili

: tanah kelahiranku

 

Di bawah rindai rumbia, pelan-pelan kecoklatan mengerak

Menjadi riak-riak tak berarak

Aku memukan jejakmu menapak kelok

Di sela-sela,  sembunyi cangkang keong yang kering bersama telur katak

Ah, sungai ini retak tak mengaliri lagi musim

Sementara rumput-rumput sudah tumpah

Membanjiri sejumput hilir yang ruah

Mungkin semi masih merajuk dan diam

Atau lebih tepatnya memilih bungkam

Tapi masih dengan asa kemarin

Aku menaruh harap pada kecipak nyanyian hujan

Semoga akan kembali, esok atau di lain hari

Sebelum kabut terkuliti matahari

Samuanya akan sampai di penghujung Gili

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s